Rejang Lebong, Global Media.co.id-Pemerintah Rejang Lebong menggelar agenda Safari Ramadhan 1446 H, tepatnya di Masjid Baiturrahman Kelurahan Kesambe Baru, Curup Timur, pukul 19.37 WIB, Senin, (10/3).
Pada kesempatan tersebut, Sekdakab Rejang Lebong, Yusran Fauzi, ST beserta rombongan menunaikan Sholat Tarawih berjemaah di Masjid Baiturrahman sekaligus memberikan bantuan Karpet Sajadah Panjang.
Tidak Hanya itu, selain karpet Sajadah mereka juga memberikan bingkisan dari OPD untuk 3 masjid dan bantuan untuk 5 orang dhuafa.
Dalam Safari Ramadhan ini, Sekda didampingi sederet kepala dinas instansi. Terdiri dari Asisten II Setda, Dr. Asli Samin, S.Kep, M.Kep, Sekwan, Drs. Rektor Vande Armada, M.Si, Kadis PMD, Suradi Rifai, S.Sos, MM, Kadis Kominfo, Rephi Meido Satria, SKM, Kadis Nakertrans, Syamsir, SKM, MKM, Kadis Koperindag, Anes Rahman, S.Sos, Kadis Dukcapil, Kadis DPMPTSP, Zulkarnain, SH. Kadispora, Rezza Pahlevie, SH, MM, Kadishub, R. Suryadi,S.Sos Ketua Baznas, Faisal Najarudin, S.Sos. Kabag Prokopim, Wahyudi, Kabag Organisasi, Aquarius, S.Sos, MM, Kabag Kesra,, Herwin Wijaya Kusuma, M.PdI dan Kabag Perekonomian SDA, Zen Pinani.S.Sos, MM Serta Camat Curup Timur, Helvin Elkadarido, SE dan Camat Curup Tengah, Mardiana, SKM, MM. Juga Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Ermawani Yusran dan beberapa anggota.
Usai Sholat Isya’ dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Witir berjamaah yang diimami Ustadz Wawan Miharjo, SPd.I dilanjutkan dengan memberikan bantuan karpet sajadah panjang kepada 3 masjid.
Yakni, Masjid Baiturrahman Kelurahan Kesambe Baru, Masjid Jama’ah Turrahma Kelurahan Sukaraja dan Masjid Al Falah 2 Desa Duku Ulu. Serta memberikan santunan Baznas kepada 5 dhuafa. Terdiri dari, Aman Manan, Bastio, Mimi Maryani, Linda Sarnopi dan Herlizan Mulyati.
‘’Malam ini, saya bersama tim Safari Ramadhan Pemkab Rejang Lebong melaksanakan Sholat Tarawih di Masjid Baiturrahman Kelurahan Kesambe Baru. Tim Safari Ramadhan Pemkab ini ada 3 tim. Tim pertama tim yang dipimpin Pak Bupati dan tim kedua dipimpin Pak Wabup. Malam ini juga, kami memberikan bantuan karpet sajadah untuk 3 masjid, bingkisan dari OPD untuk 3 masjid dan bantuan untuk 5 orang dhuafa. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat,’’ kata Sekda.
Sebelumnya, Ustadz Wawan Miharjo, lebih dulu menyampaikan tausyiah singkat. Dalam tausyiahnya, Ustadz Wawan mengupas beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa.
‘’Alhamdulillah, saat mengimami Sholat Isya’ dan tarawih, saya sudah menggunakan mikropon yang menempel di kerah baju Sehingga, sholat menjadi khusuk Soalnya, mikropon ini sangat mempengaruhi keabsahan sholat. Ketika sholat, dada kita harus menghadap kiblat. Karena ada masjid yang menggunakan mikropon bertiang. Sehingga, saat membaca bacaan sholat, imamnya terpaksa mengejar mikropon. Tapi di masjid ini mikroponnya sudah bagus,’’ ujar Ustadz Wawan Miharjo.
Dikatakan, orang yang menunaikan ibadah puasa ini dibagi dalam 3 golongan. Golongan awam atau masyarakat umum, golongan bil khusus orang-orang sholeh. Serta golongan khusus bil khusus yang terdiri dari para nabi dan wali Allah.
‘’Puasa golongan awan adalah orang yang menahan diri dari hal – hal yang dapat membatalkan puasa. Puasa golongan bil khusus mampu mempuasakan mata, hidung, telinga, tangan dan kakinya dari sesuatu yang dapat merusak ibadah puasa. Seperti tidak mengupat, tidak bertengkar dan tidak mencaci maki. Puasa golongan khusus bil khusus tingkatan yang paling tinggi. Satu detikpun lupa terhadap Allah akan batal puasanya,’’ terang Ustadz.
Ustadz Wawan Miharjo juga menyebutkan beberapa
perkara yang dapat membatalkan puasa. Diantaranya memasukan sesuai di beberapa rongga di tubuh. Seperti hidung, kerongkongan, telinga, anus dan lubang kemaluan.
‘’Bagaimana dengan menelan ludah? Menelan ludah sendiri dan bukan ludah orang lain. Ludah yang masih di dalam mulut tidak membatalkan puasa. Ludah yang bercampur muntah dapat membatalkan puasa. Menghisap air melalui hidung membatalkan puasa. Serta memasukan jari kelingkin kedalam telinga tidak membatalkan puasa. Tapi, kalau menggunakan benda lain sampai masuk ke dalam telinga dapat membatalkan puasa,’’ jelas ustadz.
Bagaimana dengan memasukan obat melalui jarum suntik? Menyuntikan obat ke tubuh tidak membatalkan puasa. Tapi, kalu infuse dapat membatalkan puasa. Karena cairan infuse sama dengan makanan dan minuman. Kemudian hal yang dapat membatalkan puasa lainya adalah mendadak hilang akal atau gila.
‘’Tidur tidak membatalkan puasa. Yang berpuasa silahkan tidur. Tapi jangan berlebihan. Misalnya tidur setelah sahur hingga menjelang berbuka. Karena tidur seperti itu mengabaikan kewajiban. Seperti melalaikan sholatnya dan menjalankan kewajiban mencari nafkah bagi para suami,’’ demikian Ustadz Wawan Miharjo. (ADV)