
Rejang Lebong, Global Media – Bupati Rejang Lebong, H.Muhammad Fikri, SE, MAP, melaksanakan Safari Ramadhan kunjungi Masjid Nurul Islam di Desa Lubuk Ubar, Curup Selatan, pukul 19.30 WIB, Selasa (11/3).
Saat itu, bupati didampingi Ketua DPRD, Juliansyah Yayan dan sederet pejabat eselon II dan III jajaran Pemkab. Para pejabat itu adalah, Asisten I Setdakab, Pranoto Madjid, SH, M.Si, Kadis Dikbud, Drs. Noprianto, MM. Serta Kadis Kesehatan dan Plt Direktur RSUD, Dhendy Novrianto Saputra, SKM, Kadis Pertanian, Ir. Amrul Eby, MSi, Kadis Pariwisata, Dodi Syahdani, S.Sos, MSi, Kepala BPKD, Andi Ferdian, SE, Kadis Sosial, Syahfawi, SKM, MKM, Kasatpol PP, Ajikeri, Ketua Baznas, Faisal Najarudin, S.Sos. Kabag Protokol, Wahyudi Ramadan, S.STP, Kabag Kesra, Herwin Wijaya Kusuma, M.Pdi, Kabag Umum, Achmed Chalid, ST. Camat Curup Selatan, Rudi Tarmizi, S.Sos, Camat Curup Tengah, Mardiana,SKM, MM. Serta Ketua TP PKK, Ny. Intan Larasita.
selanjutnya, Usai menunaikan Sholat Isya’, Tarawih dan Witir yang diimami Hartoni Yunus, bupati langsung menanggapi kondisi jalan Lubuk Ubar yang belum mulus yang disampaikan Kades Lubuk Ubar, Hasyimullah.
‘’Soal jalan Lubuk Ubar yang disampaikan Pak Kades juga ada titik rawan banjir di Desa Lubuk Ubar ini akan kita lihat dulu kondisinya. Khusus jalannya kita upayakan akan kita bangun tahun ini,’’ jelas bupati seraya mengimbau camat, kades, lurah untuk mendukung pelaksanaan misi visi Fikri-Hendri selaku bupati dan wakil bupati.
Bupati juga mengajak camat, kades dan lurah untuk memantau peredaran gas elpiji 3 kg. ‘’Masalah gas 3 kg ini sering dikeluhkan emak-emak. Bahkan sempat viral di media social. Kita bersama Dinas koperindag dan Polres telah melakukan sidak di beberapa pangkalan.
Bahkan kita sudah menerbitkan surat edaran agar pangkalan gas elpiji 3 kg tidak menjual dengan harga yang melampaui HET. Untuk itu, para camat, kades dan lurah harus memantau pangkalan. Bila perlu catat berapa jumlah gas yang masuk dan berapa harganya.
Ini harus dilakukan setiap hari. Kalau ditemukan pangkalan yang berani menjual diatas harga HET maka, izinnya akan kita cabut. Pemantauan peredaran gas ini harus dijadikan gerakan bersama untuk membantu rakyat,’’ tutur bupati.
Bupati juga menjelaskan bahwa sebagai pejabat public, bupati sudah meminta keluarga untuk memahami kondisinya.
‘’Jauh hari saya sudah berjanji kepada anak-anak dan istri saya. Kalau saya terpilih menjadi bupati maka, diri saya hanya 30 persen jadi milik keluarga. 70 persen lagi milik rakyat. Alhamdulillah keluarga saya dapat memahaminya,’’ ujar bupati.
Untuk itu, bupati juga mengimbau para pejabat termasuk camat, lurah dan kades untuk melakukan hal yang sama.
‘’Kalau tidak bisa akan kita ganti dengan pejabat yang bisa melakukannya,’’ demikian bupati.
Sebelumnya, Kades Lubuk Ubar, Hasyimullah, menyampaikan permohonan perbaikan jalan poros Desa Lubuk Ubar.
‘’Dari simpang sampai ujung Desa Rimbo Recap, jalannya sudah dihotmiks mulus. Sedangkan di desa kami masih belum. Kami mohon pak bupati dan bapak ketua dewan dapat mengabulkan permohonan kami. Selain itu, dibeberapa titik di desa kami ada yang rawan banjir,’’ kata Kades.
Sedangkan Ustadz Drs. Syafruddin, M.Pdi dalam tausyah singkatnya memaparkan makna puasa.
‘’Ada 4 golongan orang yang dirindukan surga. Pertama orang yang gemar membaca al quran. Kedua, orang yang mampu menjaga lidah dan lisan. Ketiga orang yang memberi makan orang lapar. Keempat orang yang berpuasa di Bulan Ramadhan,’’ terang ustadz.
Dipenghujung acara, Bupati memberikan bantuan karpet sajadah panjang untuk 3 masjid. Yakni, Masjid Nurul Islam Desa Lubuk Ubar, Masjid Miftahul Jannah Kelurahan Air Putih Baru dan Masjid Miftahuin Desa Watas Marga. Sedangkan bantuan untuk 5 dhuafa diserahkan Ketua TP PKK, Ny. Intan Larasita. Kelima dhuafa itu adalah, Komaria, Suwadi, Rosiana, Sabania dan Sugiono
Penulis : Syanda
Editorial : Rd
copyright © 2025. Designed by globalmedia.co.id